Home / ... Info Terkini / KPU Provinsi Maluku selenggarakan Kursus Kepemiluan (Election Course)

KPU Provinsi Maluku selenggarakan Kursus Kepemiluan (Election Course)

Dalam Pengembangan Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi yang merupakan Ikhtiar untuk melahirkan Embrio Komunitas yang Peduli dengan isu–isu Pemilu dan Demokrasi,  menggerakan partisipasi dan melahirkan kritik-kritik –auto kritik terhadap Narasi–narasi Besar Pemilu dan Demokrasi untuk Peningkatan Kualitas Pemilu dan Demokrasi, maka Jumat 28 Oktober 2016, bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Komisi Pemilihan Umum Provinsi Maluku, diselenggarakan Kursus Kepemiluan (election course) yang dijadwalkan pelaksanaannya selama 2 (dua) hari, yakni dari tanggal 28 s/d 29 Oktober 2016.kursus-pemilu1


Adapun sasaran pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk beberapa komunitas yang terdiri dari :

  1. Kelompok Masyarakat
  2. Akademisi
  3. OKP
  4. LSM
  5. Kelompok Perempuan
  6. Organisasi Kemasiswaan
  7. Organisasi Kepemudaan
  8. Kelompok Pers
  9. Kelompok Disabilitas dan
  10. Kelompok Pengojek

Kegiatan Kursus Kepemiluan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Maluku Musa Latua Toekan, S.Sos, M.Si.  Dalam arahan singkatnya Musa Latua Toekan, S.Sos, M.Si mengatakan bahwa selain pentingnya pengetahuan yang didapat peserta dari kegiatan kursus kepemiluan ini, dalam konteks demokrasi, Pemilu menjadi ukuran bahwa demokrasi atau tidaknya satu negara apabila pemilu itu dilaksanakan, tetapi Pemilu bisa juga dilaksanakan hanya untuk kepentingan kekuasaan. Seiring dengan itu, Musa Latua Toekan, S.Sos, M.Si mengingatkan bahwa fungsi pemilu adalah untuk merekrut elit-elit politik, maka percuma dari pemilu ke pemilu hanya orang tersebut saja yang memempin di negara dan bangsa ini.kursus-pemilu2

Senada dengan itu, dalam laporan tertulisnya Ketua Panitia Kursus Kepemiluan (election course),  Ny. D. Pinontoan, S.Sos (Kabag Hukum, Teknis dan Hupmas) mengatakan pentingnya program pengembangan komunitas peduli pemilu dan demokrasi yang merupakan iktiar untuk melahirkan embrio komunitas yang peduli dengan isi-isu Pemilu dan demokrasi bagi dinamika pematangan domkrasi yang dapat membangun wacana untuk menggerakan partisipasi dan melahirkan kritik-kritik autokritik tentang narasi pemilu dan mendorong pertumbuhan dan pemerataan Pemilu yang makin membaik.

Materi-materi Kursus Kepemiluan ini terdiri dari Bina Suasana, Pentingnya Partisipasi Dalam Pemilu, Prinsip Dasar Pemilu yang Jurdil dan tidak Diskriminasi, Lembaga Penyelenggara Pemilu di Indonesia, Tahapan Pemilu, Orientasi Penegakan Hukum Pemilu, dan Rencana Tindak lanjut.

Hadir sebagai Pemateri dalam kegiatan ini adalah :
– Komisioner KPU RI, DR. H. Ferry Kurnia Rizkiyansyah,
– Anggota KPU Provinsi Maluku, Syamsul Rivan Kubangun, SH
Dosen FISIP Unpatti, Drs. Zainal A. Rengifurwarin, M.Si 

kursus-pemilu3

Dalam sela-sela kunjungannya serta bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan Kursus Kepemiluan (election course) dalam rangka Pengembangan Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi di Maluku DR. H. Ferry KURNIA RIZKIYANSYAH Anggota Komisi Pemilihan Umum RI dalam penyajian materinya mengatakan bahwa pentinya demokrasi adalah proses bagaimana mengikat masyarakat secara keseluruhan untuk terlibat dalam aktifitas pemerintahan. Berbicara soal demokrasi pasti berbicara soal bagaimana keterlibatan masyarakat dalam demokrasi.

Selain itu, kata DR. Ferry ada 3 (tiga) hal prinsip demokrasi :

  1. Kebebasan Sipil dalam mengeluarkan pikiran pendapat, berkumpul dan berserikat.
  2. Bagaimana aktifitas demokrasi itu dilakukan untuk memilih sebuah pemerintahan yang ada melalui mekanisme kompetisi yang sehat.
  3. Sebuah esensi dan prinsip demokrasi adalah partisipasi publik.

Peserta Kursus Kepemiluan (election course) dalam rangka Pengembangan Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi sangat antusius dalam kegiatan tersebut dapat dilihat dengan adanya pertanyaan-pertanyaan dari peserta, serta  masukan yang membangun diantaranya adalah pertanyaan mengenai Tahapan Pemilu dan Regulasi yang berkaitan dengan Partai Politik.

Sejalan dengan itu, kata Drs. Zainal A. Rengifurwarin, M.Si  dalam paparannya, negara demokratis adalah suatu negara yang tentu tidak terlepas dari masalah yang berkaitan dengan partai politik dan sistem pemilu.

Dalam konteks ini, menurut  Rengifurwarin partai politik merupakan salah satu pilar demokrasi. Sedangkan sistem pemilu merupakan mekanisme dalam melembagakan kekuasaan secara konstitusional.

 

Check Also

Pengumuman Pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Tahun 2018

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI MALUKU . PENGUMUMAN Nomor : 417/PU/81/PROV/X/2017 tentang Pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KPU Provinsi Maluku