Home / ... Info Terkini / Berita Umum / KPU Tetapkan Perolehan Suara Calon Gubernur Maluku

KPU Tetapkan Perolehan Suara Calon Gubernur Maluku

MEDIACENTER-  Pasangan calon gubernur-wakil gubernur Maluku, Murad Ismail-Barnabas Orno unggul diatas dua rival politiknya dalam Pemilihan Gubernur Maluku yang telah berlangsung 27 Juni 2018.

Pasangan dengan akronim BAILEO  kokoh dipuncak klasmen dan mengkanvaskan impian petahana Said Assagaff-Anderias Rentanubun (SANTUN) untuk kembali memimpin Maluku lima tahun mendatang. 

Berdasarkan penetapan rekapitulasi suara di KPU provinsi Maluku melalui Surat Keputusan (SK) KPU provinsi Maluku, Nomor : 712/HK.03.01.Kpt/81/PROV/VII/2018 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Periode 2018 tanggal 9 Juli menempatkan pasangan Murad-Barnabas dengan raihan suara  328.982 suara, diikuti Said-Anderias 251.036 suara, dan Herman-Abdullah Vanath diposisi buncit dengan 225.636 suara. 

Penetapan rekapatiluasi tersebut setelah KPU Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) menyampaikan hasil repan pada Senin 9 Juli di Aula KPU Maluku. Untuk kabupaten MBD, pasangan Said Assagaff-Anderias Rentanubun meraih dukungan 4.165 suara, pasangan nomor urut dua Murad Ismail-Barnabas Orno 33.521 suara dan kandidat nomor urut tiga, Herman A Koedoeboen-Abdullah Vanath hanya 3.361 suara. Selisih antara pasangan BAILEO dengan SANTUN sebesar 77,946 suara. 

“Atas pertimbangan yang ada, maka KPU Maluku melalui Surat Keputusan KPU provinsi Maluku, Nomor : 712/HK.03.01.Kpt/81/PROV/VII/2018 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Periode 2018 tanggal 9 Juli menempatkan perolehan suara pasangan nomor urut satu SANTUN 251.036, pasangan nomor urut dua BAILEO 328.982 dan pasangan nomor urut tiga dengan akronim HEBAT sebanyak 225.636 suara. SK ini ditetapkan pada di Ambon, 9 Juli 2018,” sebut Rifan saat membacakan SK.

Rifan kemudian meminta seluruh komisioner KPU Maluku menandatangangi Beita Acara Penetapan hasil rekapitulasi perolehan suara pilkada Maluku dan juga saksi pasangan calon. Hanya saja, atas berita acara tersebut, pasangan Herman-Vanath melalui saksi menolak seluruh proses termasuk rekapitulasi suara MBD.

Usai penetapan hasil pleno rekapitulasi, saksi pasangan HEBAT Hendrik Lesipoi mengakui tidak menandatangani Berita Acara pleno rekapitulasi sebagai bentuk konsistensi mereka. Pasalanya, keberatan yang diajukan Lesipoi semenjak pleno dibuka pada Sabtu 7 Juli. 

“Kami bukan tidak gentlemen,  tapi ini merupakan sikap kita. Kan dari awal kita sampaikan keberatan, kalau kita tandatangan, maka keberatan kita percuma,” katanya.

Dia juga mengaku, soal upaya ke MK masih belum bisa dipastikan, semua tergantung kepada kandidatnya.

Pasalanya, mereka hanya ditugaskan sebagai pemegang mandate untuk mewakili pasangan calon pada rekapitulasi di KPU Maluku.

“Soal ke MK kami belum pastikan. Semua tergantung pada kandidat,” tuturnya.

Sementara pasangan SANTUN melalui perwakilan mereka, Hamzah Nurlily mengaku bahwa mengapresiasi seluruh proses yang berlansung saat ini. Soal langkah-langkah selanjutnya juga diserahkan kepada kandidat. (MC-02)

Check Also

345 Personil Amankan Pleno Rekapitulasi Suara Pilgub Maluku

MEDIACENTER.–Sebanyak 345 personil gabungan Polri dan TNI mengamankan rapat pleno rekapitulasi perolehan suara calon gubernur ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KPU Provinsi Maluku