Home / ... Info Terkini / Berita Umum / Penetapan Hasil Pileg Kota Tual Berlangsung Ricuh

Penetapan Hasil Pileg Kota Tual Berlangsung Ricuh

AMBON -Penetapan hasil pemilu legislatif (pileg) Kota Tual untuk calon anggota DPR RI berlangsung ricuh di Kantor KPU Maluku, Rabu (7/5) petang.

Kericuhan mulai berlangsung saat Ketua KPU Maluku mulai mempersilahkan KPU Kota Tual membaca ulang hasil perolehan suara calon anggota DPR RI dari Kota Tual menyusul adanya rekomendasi Bawaslu Maluku terkait temuan kecurangan pileg di Kota Tual.

Setelah dibacakan ternyata ditemukan adanya pergeseran suara antar calon anggota legislatif di internal Partai Golkar. Namun saksi partai golkar ngotot dan bersikeras menerima hasil pembacaan ulang  data DB 1 dari Ketua KPU Kota Tual. Sementara saksi partai politik lain mendesak agar hasil DB 1 yang dibaca ulang segera disahkan Ketua KPU Maluku, situasi ini tak pelak membuat suasana menjadi gaduh.

Ketua KPU Maluku lantas mengambil palu didepannya dan langsung mengesahkan hasil perubahan suara calon Anggota DPR RI dari Kota Tual. Saat itulah terjadi kericuhan, saksi partai golkar dan sejumlah saksi partai politik lainnya langsung mengamuk dan memaksa penetapan hasil pileg oleh KPU dibatalkan.

Pantauan Media Centre KPU Maluku di Ruang Rapat KPU Maluku, puluhan aparat brimob terpaksa mengamankan seluruh komisioner KPU Maluku lantaran kericuhan tersebut. Kericuhan itu juga memaksa aparat brimob terpaksa mengeluarkan sejumlah saksi partai politik dari dalam ruangan sidang.

Hasil pileg Kota Tual untuk calon anggota DPR RI ini dibacakan ulang setelah Bawaslu Maluku mengeluarkan rekomendasi atas temuan adanya kecurangan pileg di Kota Tual. Selain membaca ulang hasil perolehan suara calon Anggota DPR RI, Bawaslu juga memerintahkan KPU Kota Tual membaca ulang data DB 1 perolehan suara untuk calon DPD RI yang sebelumnya telah ditetapkan. Dan hasilnya juga ditemukan adanya pergeseran suara yang signifikan  antar sejumlah calon anggota DPD RI.

Pembacaan ulang hasil perolehan suara DPD RI ini atas permintaan calon anggota DPD RI nomor urut 1 kepada Bawaslu Maluku karena jumlah suara yang dimilikinya tidak sesuai dengan data dokumen baik DA 1 maupun DB 1. Atas permintaan itulah Bawaslu meminta KPU untuk membaca ulang hasil perolehan suara calon anggota DPD RI untuk Kota Tual.

Setelah dibaca ulang, KPU langsung menetapkan hasil perolehan suara calon anggota DPD RI. (NT)

 

Check Also

2 Berkas Calon Perseorangan Diterima 1 Ditolak

Bakal Pasangan Calon Perseorangan pada Pilkada 2020 telah ditetapkan Status dokumennya pertanggal 26 Februari 2020 ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KPU Provinsi Maluku