Home / ... Info Terkini / Berita Umum / Wujudkan Transparansi, KPU Gunakan Aplikasi Situng

Wujudkan Transparansi, KPU Gunakan Aplikasi Situng

MEDIACENTER–Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggunakan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Pilkada 27 Juni 2018. Penerapan aplikasi ini untuk memastikan proses pemungutan dan rekapitulasi penghoitungan suara berlangsung secara terbukan dan objektif.

Koordinator Divisi Teknis KPU Maluku, La Alwi mengatakan, Situng merupakan salah satu terobosan dari KPU RI untuk memastikan tahapan pungut hitung berjalan transparan. Namun, Situng hanya pembanding, karena hasil resmi pilkada tetap menggunakan rekapitulasi manual dan berjenjang sesuai amanah UU.

“Saya kira ini kebijakan yang diandalkan oleh KPU RI untuk menjawab kekwathiran publik tentang hasil penghitungan yang betul-betul objektif dan demokratis dengan menampilkan hasil pemilihan yang transparan melalui scan C1-KWK secara nasional dan dapat dibaca tepat pada waktunya,”kata Alwi dalam arahannya kepada ketua dan anggota KPU kabupaten/kota Se-Maluku saat Rakor Koordinasi `Pemantapan Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu Serentak 2018 di The City Hotel, Selasa (27/3) malam.

Situng merupakan aplikasi yang digunakan untuk memastikan transparansi penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) ataupun pilkada sehingga dapat dijalankan dengan baik. Selain itu situng juga mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawal hasil pilkada kepada masyarakat.

Fungsi dari situng menampilkan hasil pemungutan suara mulai tingkat tempat pemungutan suara (TPS) hingga ke  tingkat pusat. Oleh karena itu operator situng diminta untuk memahami tugas pokok serta fungsinya (tupoksi) tersebut.

Yang perlu dipedomani dalam penggunaan aplikasi Situng adalah tepat jenis, tepat jumlah dan tepat waktu. Juga sebagai entry data form C1-KWK, terakhir sebagai penggunaan Aplikasi Excel Form DAA, DA1, DB1, dan DC1.

Hanya saja, Alwi mengakui, penggunaan aplikasi ini di Maluku masih terkendala jaringan internet. “Problem kita banyak, yakni gugus pulau, keterbatasan jaringan. Tapi saya ingatkan, bahwa KPU RI dalam policenya tidak lagi dapat menerima alasan dan pertimbangan seperti itu. Mereka bahwa, negara ini sudah maju,”ungkapnya.

Olehya itu, Alwi mengingatkan dan mengimbau kordinator divisi teknis KPU kabupaten dan kota mengidentidikasi potensi permasalahan, agar dapat diselesaikan sebelum hari pemungutan dan penghitungan suara.

“Karena itu, selaku penanggung jawab Situng, saya minta agar kawan-kawan mulai dari sekarang mengevaluasi dan mengidentifikasi titik-titik lemah di mana, agar proses laporan hasil penghitungan suara  tanggal 27 Juni melalui scan C1-KWK itu dapat selesai 1 x 24 jam. Kita jangan lagi berada pada urutan dua dari bawah lagi. Biasanya, kita hanya di atas Papua. Jadi, saya minta sekarang harus kerja keras,”pintas Koordinator Divisi Teknis KPU Maluku itu.

Tahun ini, KPU menyelenggaran tiga Pilkada. Yakni, pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tenggara dan pemilihan Walikota dan walikota Tual. (MC1)

Check Also

PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH BERKELANJUTAN TAHUN 2020

Sesuai Amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum,  khususnya : Pasal 14 huruf ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KPU Provinsi Maluku