Home / ... Info Terkini / Berita Umum / Jadi Tersangka, Anggota KPU Aru Diberhentikan

Jadi Tersangka, Anggota KPU Aru Diberhentikan

AMBON-Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, Abdul Wahid Azis Roroa terancam diberhentikan dari jabatannya sebagai Komisioner KPU setempat setelah ditetapkan menjadi tersangka oleh polisi terkait kasus penggelembungan suara untuk memenangkan salah satu calon Anggota DPD RI di kabupaten tersebut.

Ketua KPU Maluku, Musa Latua Toekan saat dihubungi wartawan dari Ambon, Jumat (9/5/2014) mengatakan terkait permasalahan itu, pihaknya akan mengambil tindakan administrasi dengan cara memberhentikan yang bersangkutan untuk sementara.“Karena yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka maka langka administrasi akan kita ambil yakni dengan cara memberhentikan sementara,”kata Musa.

Dia mengungkapkan, pemberhentian tetap baru akan dilakukan terhadap Azis jika dalam putusan pengadilan nanti, tersangka terbukti bersalah melakukan tindakan pidana tersebut sebagaimana yang dituduhkan.”Kalau dia terbukti benar secara hukum baru pemberhentian tetap akan kita lakukan,”ujarnya.

Musa menegaskan terkait kasus tersebut, pihaknya juga akan menggantikan Asis dengan peringkat keenam calon anggota KPU yang sebelumnya mengikuti  uji kelayakan dan kepatutat calon anggota KPU Kepulauan Aru.“Jadi posisi yang bersangkutan akan digantikan dengan peringat keenam yang lolos seleksi calon anggota KPU Kepulauan Aru,” kata Musa.

Azis ditetapkan sebagai tersangka, setelah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polres Kepulauan Aru  terkait kasus dugaan penggelembungan 3.000 suara untuk memenangkan calon Anggota DPD RI atas nama Zulkarnaen Awat Amir di kabupaten itu saat pileg 9 April lalu. Selain Azis, penyidik  reskrim Polres Kepulauan Aru juga menetapkan status tersangka kepada Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Aru Tengah, Gorits Borolla terkait kasus  yang sama.

“Setelah menjalani pemeriksaan, penyidik  kemudian menetapkan  seorang anggota  KPU  dan Ketua PPK Aru Tengah, terkait dugaan penggelembungan 3.000  suara untuk calon anggota DPD RI,” kata Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Muhammad Rum Ohoirat.

Sebelumnya, Bawaslu Maluku juga melaporkan lima komisioner KPU Kota Tual ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP)  terkait pelanggaran kode etik pemilu, dan ke  Polda Maluku  terkait pelanggaran pidana karena diduga berlaku curang dalam pemilu.(NT)

Check Also

Rapat Koordinasi Data Pemilih Berkelanjutan Periode Semester I (Januari-Juni) Tahun 2021 Tingkat KPU Provinsi Maluku

(9/7/21) Jumat, 9 Juli 2021 bertempat di ruang rapat Kantor KPU Provinsi Maluku, telah dilaksanakan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KPU Provinsi Maluku