Home / ... Info Terkini / Berita Umum / Jumlah Pemilih Pilpres di Maluku Bertambah Lagi

Jumlah Pemilih Pilpres di Maluku Bertambah Lagi

AMBON– Jumlah pemilih di Provinsi Maluku untuk pemilu presiden dan wakil presiden (Pilpres) mengalami peningkatan dari Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April lalu.

Komisioner KPU Maluku Hanafi Renwarin menyatakan, daftar pemilih sementara hasil pemutakhiran (DPSHP)  untuk  Pilpres  di Provinsi Maluku  saat ini  berjumlah 1.221.725 pemilih. Jumlah pemilih  tersebut mengalami peningkatan dari Pileg lalu yang  hanya 1.181.065 pemilih, terjadi kenaikan 3 persen.

Hanafi menyatakan, jumlah tersebut diperoleh  dari sistem data pemilih (Sidali) KPU RI, yang dimasukan petugas  KPU kabupaten/kota se Maluku.  Jumlah pemilih dimungkingkan akan  terjadi perubahan lagi  karena hingga kini panitia pemungutan suara (PPS) tingkat desa/kelurahan masih melakukan pemutakhiran daftar pemilih sementara  Pilpres.

“Jumlah pemilih di Maluku  hasil pemutakhiran terjadi peningkatan dari Pileg lalu. Jumlah ini kemungkinan masih terus bertambah, karena hingga kini PPS masih melakukan pemutakhiran data pemilih di tingkat desa dan kelurahan se Maluku,” kata Hanafi kepada Media Center KPU Maluku, Senin (2/6).

Dari jumlah tersebut, pemilih terbanyak ada di Kabupaten Maluku Tengah yakni, 302.103 pemilih, disusul Kota Ambon, dengan 262.969 pemilih. Sedangkan Kabupaten Seram Bagian Barat, jumlah pemilih terbanyak ketiga di Maluku yakni, 140.722 pemilih.

DPSHP  Pilpres tersebut mengacu pada DPT, daftar pemilih tambahan (DPTB), daftar pemilih khusus (DPK), daftar pemilih khusus tambahan (DPKTB) Pileg   dan pemilu pemula yang diserahkan Kementrian Dalam Negeri ke KPU Kabupaten/kota setelah Pileg.

Hingga kini petugas  masih melakukan pemutahiran data pemilih,  dengan  mencocokan  nomor induk kependudukan (NIK) pemilih, pemilih ganda,  pemilih yang meninggal dunia, dan pemilih yang sudah menjadi anggota  TNI/Polri setelah Pileg 9 April lalu.  Selain itu juga didata pemilih pemula yang berusia 17 tahun terhitung  9 Juli, purnawiran TNI/Polri yang pensiun setelah Pileg dan warga yang sudah menikah namun belum terdata di DPSHP.

Hanafi menyatakan, DPSHP tersebut akan ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilpres secara berjenjang, mulai dari PPS pada 4-5 Juni, Panitai Pemilihan Kecamatan (PPK) pada 6-7 Juni.  Dan seterusnya dilakukan penetapan di  KPU kabupaten/kota,  KPU Provinsi dan KPU RI. Namun setelah penetapan DPT tersebut, menurut Hanafi masih diberi kesempatan kepada pemilih untuk didata dalam daftar pemilih khusus (DPK) hasil pemutakhiran. Dan KPU Provinsi  akan menetapkan DPK hasil pemutakhiran sepekan sebelum Pilpres digelar. (NT)

Check Also

Rapat Koordinasi Data Pemilih Berkelanjutan Periode Semester I (Januari-Juni) Tahun 2021 Tingkat KPU Provinsi Maluku

(9/7/21) Jumat, 9 Juli 2021 bertempat di ruang rapat Kantor KPU Provinsi Maluku, telah dilaksanakan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KPU Provinsi Maluku