Home / ... Info Terkini / Berita Umum / Sebagian Wilayah Maluku Barat Daya Terancam Tunda Pilpres

Sebagian Wilayah Maluku Barat Daya Terancam Tunda Pilpres

AMBON-Pelaksanaan pemungutan suara   Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) pada 9 Juli 2014 terancam tidak bisa digelar bersamaan di wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Provinsi Maluku. Pasalnya hingga kini sejumlah logistik Pilpres berupa tinta dan formulir berita acara   belum juga diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) MBD  di Kota Tiakur, Ibukota Kabupaten  MBD.

Sebagian logistik Pilpres itu  masih dalam perjalanan dengan kapal laut  ke MBD.  Meskipun tiba, namun distribusi logistik ke tujuh pulau dari delapan pulau   di MBD bakal terganggu karena gelombang tinggi dan cuaca buruk masih  melanda wilayah tersebut.

Ketua KPU MBD Rommi Imelda Rumambi menyatakan, keterlambatan pengiriman logistik dari Kota Ambon ke MBD terjadi akibat ketiadaan  transportasi laut menyusul larangan berlayaran dari otoritas Pelabuhan Ambon, akibat gelombang tinggi dan cuaca buruk di Perairan MBD.  Jadwal  kapal menuju wilayah itu juga  tidak menentu sehingga menyulitkan distribusi logistik ke MBD.

“Normalnya logistik sudah harus tiba di KPU MBD dua minggu sebelum Pilpres, namun saat ini  kita kesulitan transportasi akibat cuaca buruk, tinta dan formulir lainnya belum kami terima. Kemungkinan ada tujuh pulau dengan jumlah 33 TPS  terlambat Pemilu 9 Juli mendatang,” kata Rumambi yang dihubungi Media Center KPU Maluku, Selasa (1/7).

Hingga kini  logistik Pilpres  yang baru diterima KPU MBD  berupa  surat suara, daftar pasangan  calon presiden dan wakil presiden   dan sebagian formulir. Namun KPU MBD belum bisa mendistribusi karena harus menunggu tinta dan formulir berita acara lainnya yang   masih dalam perjalanan dengan kapal laut  menuju MBD.“Untuk surat suara Pilpres sudah aman, tapi kita kan tidak bisa mendistribusi surat suara saja, harus ada tinta dan logistik lainnya. Ini yang sementara kita tunggu  logistik lainnya,” kata Rumambi.

Atas kondisi  ini, Rumambi menyatakan pihaknya sudah menyampaikan ke KPU Maluku untuk mengantisipasinya. Ia menyatakan  karena kesulitan transportasi, pengiriman  logistik Pilpres dari Kota Ambon  ke MBD dilakukan tiga tahap dengan menggunakan kapal perintis, kapal Pelni dan kapal barang.

Untuk tahap  pertama pengiriman surat suara dan sebagian  logistik sudah diterima KPU MBD, untuk  tahap kedua logistik berupa formulir direncanakan akan tiba pada  Senin (30/6) namun ditunda lagi Selasa  (1/7) hari   ini.  Sedangkan tinta dan logistik Pilpres lainnya direncanakan tiba pada Rabu (2/7) atau Kamis (3/7) dengan menggunakan kapal lintas Papua.

Yang mencemaskan lagi menurut Rumambi, jika logistik Pilpres tiba di MBD  nanti, pihaknya bakal kesulitan untuk mendistribusi logistik Pilpres ke pulau – pulau di wilayah MBD.Menurut dia, dari delapan pulau di MBD, pihaknya akan kesulitan mendistribusi logistik Pilpres ke tujuh pulau dengan  jumlah Tempat Pengumutan Suara (TPS)  33, karena buruk dengan gelombang mulai dari 3 hingga 5 meter masih melanda  daerah itu.

Rumambi menyatakan, distribusi logistik Pilpres tidak hanya sampai pada tujuh pulau tersebut tapi juga harus dibawa ke desa –desa hingga TPS, yang juga memerlukan transportasi laut.  Biasanya distribusi logistik ke pulau – pulau tersebut  dilakukan dengan menggunakan kapal barang.   Ia menyatakan, persoalan lain juga  muncul jika cuaca sudah kondusif di wilayah itu, yakni rute kapal yang tidak tepat, sehingga KPU MBD juga kesulitan mendistribusi logistik.

“Kita berharap cuaca bisa membaik dalam satu dua hari ini, dan jadwal kapal juga ada  sehingga kita secepatnya bisa mendistribusi logistik ke daerah –daerah, sehingga Pilres bisa digelar serentak,” katanya. (NT)

Check Also

Rapat Koordinasi Data Pemilih Berkelanjutan Periode Semester I (Januari-Juni) Tahun 2021 Tingkat KPU Provinsi Maluku

(9/7/21) Jumat, 9 Juli 2021 bertempat di ruang rapat Kantor KPU Provinsi Maluku, telah dilaksanakan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KPU Provinsi Maluku